“Tidak ada istilah sistem gugur kalau kita ingin memberikan ruang kompetisi yang baik. Klub datang dari berbagai daerah dengan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, harus ada sistem yang memberikan kesempatan bermain lebih banyak,” jelasnya.
Konsep tersebut memungkinkan atlet memperoleh jam terbang lebih panjang selama turnamen. Semakin banyak pertandingan yang dijalani, semakin besar pula kesempatan pemain memperlihatkan kemampuan sekaligus mengevaluasi kekurangan mereka.
Pemain Luar Boleh, Atlet Lokal Tetap Prioritas
Untuk meningkatkan kualitas kompetisi, penyelenggara juga membahas kemungkinan klub peserta diperbolehkan menggunakan pemain dari luar daerah dengan jumlah tertentu.
Kehadiran pemain berpengalaman dari luar NTT diharapkan dapat meningkatkan level persaingan. Namun, kebijakan tersebut tetap harus ditempatkan dalam kerangka pembinaan atlet lokal.
“Kita ingin kualitas pertandingan meningkat, tetapi pembinaan pemain lokal juga harus tetap menjadi perhatian. Kompetisi yang baik akan membuat atlet kita belajar, berkembang dan memiliki pengalaman bertanding,” ujar Winston.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







