Dengan komposisi tersebut, SMSI Cup diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga menjadi ruang transfer pengalaman bagi pemain lokal.
Atlet muda NTT dapat memperoleh kesempatan berhadapan dengan pemain yang memiliki pengalaman berbeda, sehingga kompetisi menjadi bagian dari proses pembelajaran di lapangan.
Menuju Panggung yang Lebih Besar
PBVSI NTT melihat pembinaan atlet sebagai proses berjenjang. Kompetisi lokal menjadi salah satu tahapan penting sebelum seorang pemain dapat diproyeksikan ke level yang lebih tinggi.
Dalam konteks tersebut, SMSI Cup berpeluang menjadi salah satu mata rantai pembinaan yang mempertemukan klub, atlet, pelatih dan perangkat pertandingan dalam sebuah kompetisi yang dikelola secara profesional.
Target jangka panjangnya adalah menciptakan lebih banyak pemain yang memiliki kesiapan teknis dan mental untuk memperkuat NTT pada berbagai ajang olahraga.
PON 2028 menjadi salah satu agenda yang dapat menjadi orientasi pembinaan tersebut. Namun, untuk mencapai level itu, atlet membutuhkan proses panjang yang dimulai dari kompetisi yang konsisten dan berkualitas.
Kompetisi Harus Berumur Panjang
Agar fungsi pembinaan dapat berjalan optimal, SMSI Cup tidak cukup hanya diselenggarakan sekali. Keberlanjutan turnamen menjadi faktor penting sehingga atlet memiliki ruang kompetisi secara rutin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







