“Kita akan segera mulai bekerja dengan program jangka pendek sebelum tahun anggaran 2025 berakhir, yakni melakukan pendataan atlet-atlet bulu tangkis berprestasi asal Kabupaten Kupang. Banyak dari mereka saat ini justru bermain untuk daerah lain karena belum mendapat ruang pembinaan di daerah sendiri,” ungkap Aurum.
Langkah awal itu, menurutnya, bukan hanya untuk mendata, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembentukan sistem pembinaan atlet lokal yang berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama PBSI Kupang akan memfasilitasi sarana latihan, pelatih profesional, serta membuka turnamen daerah untuk menjaring bakat-bakat baru dari desa hingga kota.
Komitmen Aurum Titu Eki tidak berhenti di pendataan. Dalam program jangka menengah dan panjang, ia menargetkan agar atlet bulu tangkis asal Kabupaten Kupang dapat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
“Kita akan mempersiapkan atlet-atlet muda agar siap bersaing di PON 2028. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi soal kebanggaan daerah. Kupang harus punya perwakilan di ajang nasional itu,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









