Reformasi Pendidikan Nasional di NTT: Penguatan Infrastruktur, Guru, dan Budaya Belajar Jadi Fokus Utama
KUPANG, FHC – Reformasi pendidikan nasional terus diperkuat melalui pendekatan multidimensional yang mencakup infrastruktur, kualitas tenaga pendidik, serta budaya belajar. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang digelar di NTT.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan pendidikan nasional dirancang secara sistemik untuk menjawab tantangan global sekaligus kebutuhan lokal.
Salah satu fokus utama adalah revitalisasi infrastruktur pendidikan sebagai prasyarat dasar terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Program ini mencakup perbaikan fasilitas sekolah, terutama di daerah 3T dan wilayah terdampak bencana.
Selain itu, kualitas guru tetap menjadi variabel kunci dalam sistem pendidikan.
Dalam perspektif pedagogis, guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran sekaligus agen perubahan sosial. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui berbagai program pengembangan profesional berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









