TTS, SNC — Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal terus digalakkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari Institut Pendidikan Soe. Mengusung tema besar “Literasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal,”tim menghadirkan inovasi pengolahan tempe berbahan dasar aneka kacang-kacangan lokal di Desa Bijeli, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 20 hingga 27 April 2026, dan dipimpin oleh Nonci M. Uki, M.Pd, bersama anggota Meti O. F. I Tefu, S.Pd., M.Si, Adi B. W. Banu, M.Pd, dan Kristian Lasi, S.Pd. Mereka fokus mendorong pemanfaatan kacang tanah, kacang hijau, dan kacang merah sebagai alternatif bahan baku tempe pengganti kedelai.
Ketua tim, Nonci M. Uki, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya diversifikasi pangan lokal.
“Kami ingin masyarakat mampu mengolah potensi yang ada di sekitar menjadi produk bernilai gizi tinggi sekaligus bernilai ekonomi. Tempe dari kacang lokal ini bisa menjadi solusi nyata,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








