Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan bahwa pembangunan pendidikan di NTT harus berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan formal dan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi pembentukan karakter.
Dalam konteks regional, NTT menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan akses dan distribusi sumber daya pendidikan. Untuk itu, pemerintah daerah melakukan intervensi kebijakan melalui redistribusi tenaga pendidik dan penguatan program berbasis komunitas.
Kebijakan Gerakan Jam Belajar Masyarakat menjadi salah satu inovasi dalam memperluas ruang belajar di luar sekolah. Program ini menekankan pentingnya peran keluarga sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan.
Dengan pendekatan ini, pendidikan tidak lagi dipandang sebagai proses institusional semata, tetapi sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









