Lebih jauh, laporan World Economic Forum (2023) mengungkap bahwa sekitar 44 persen keterampilan pekerja akan berubah dalam lima tahun ke depan akibat perkembangan teknologi. Sementara itu, survei dari LinkedIn menunjukkan bahwa perusahaan kini tidak hanya mencari hard skills, tetapi juga soft skills seperti komunikasi, adaptasi, dan kemampuan pemecahan masalah—yang masih menjadi kelemahan banyak lulusan baru.
Kesenjangan Nyata: Kampus vs Dunia Kerja
Salah satu akar persoalan skill mismatch terletak pada ketidaksinkronan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri. Proses pembelajaran di perguruan tinggi masih cenderung teoritis, sementara dunia kerja menuntut pengalaman praktis dan kesiapan kerja yang tinggi.
Minimnya pengalaman seperti magang, proyek lapangan, atau kerja paruh waktu semakin memperlebar jurang tersebut. Di sisi lain, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan digitalisasi terus mengubah standar kompetensi secara dinamis, membuat banyak lulusan tertinggal jika tidak melakukan upskilling.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
