Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi menggerus basis produksi pangan lokal dan memperlemah ketahanan pangan daerah.
Menghadapi dilema ini, pendekatan parsial tidak lagi memadai. Peningkatan produktivitas harus diiringi dengan kebijakan yang lebih komprehensif, mulai dari perlindungan harga hasil pertanian, akses terhadap pasar, hingga penguatan kelembagaan petani.
Selain itu, diversifikasi usaha tani juga menjadi kunci penting. Petani perlu didorong untuk tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi mengembangkan berbagai sumber pendapatan, seperti hortikultura, peternakan, atau usaha olahan hasil pertanian.
Pendampingan penyuluh yang selama ini terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas, perlu diperluas perannya ke aspek manajemen usaha dan literasi keuangan. Dengan demikian, petani tidak hanya mampu menghasilkan lebih banyak, tetapi juga mengelola hasilnya secara bijak.
Pada akhirnya, persoalan ini juga menyangkut kesadaran kolektif. Petani perlu melihat lahan bukan hanya sebagai sumber penghasilan hari ini, tetapi sebagai investasi masa depan. Di sisi lain, pemerintah harus memastikan bahwa mempertahankan lahan menjadi pilihan yang rasional secara ekonomi, bukan sekadar idealisme.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
