Secara ilmiah, pemantulan teratur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang sangat halus, sehingga sudut datang sama dengan sudut pantul dan berkas cahaya tetap sejajar. Fenomena ini dijelaskan dalam hukum pemantulan cahaya yang menjadi dasar Optika. Sebaliknya, pemantulan baur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan kasar, sehingga sinar dipantulkan ke berbagai arah.
Fenomena ini bukan sekadar teori. Dalam kajian keselamatan jalan, permukaan jalan yang terlalu halus, terutama saat basah dapat meningkatkan efek silau (glare) yang mengurangi visibilitas pengemudi. Sebaliknya, permukaan yang memiliki tekstur (kasar) membantu menyebarkan cahaya sehingga objek di sekitar lebih mudah terlihat. Inilah alasan mengapa standar rekayasa jalan modern justru mempertimbangkan tingkat kekasaran permukaan untuk meningkatkan keselamatan berkendara.
Ironisnya, yang “tidak teratur” justru lebih membantu manusia dalam situasi tertentu. Permukaan jalan yang kasar, mungkin dianggap kurang sempurna, justru memberikan visibilitas yang lebih baik dan mengurangi risiko kecelakaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
