Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bermanfaat Walau Tak Beraturan

Kontributor : Kainan Punuf Editor: Redaksi
IMG20260430181848
oppo_0

Temuan serupa juga muncul dalam psikologi dan inovasi. Penelitian dalam bidang kreativitas menunjukkan bahwa pola pikir yang tidak selalu mengikuti keteraturan atau kebiasaan umum (non-linear thinking) justru sering menghasilkan solusi baru. Artinya, ketidakteraturan dalam cara berpikir bisa menjadi sumber inovasi.

Dari sini kita belajar bahwa nilai sebuah hal tidak selalu ditentukan oleh tampilannya. Sesuatu yang tampak tidak rapi, tidak lurus, atau tidak sesuai standar, belum tentu tidak berguna. Bahkan bisa jadi, di situlah letak manfaatnya.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam kehidupan sosial, kita pun sering terjebak pada penilaian yang serba permukaan. Orang yang tidak mengikuti pola umum kerap dianggap aneh atau kurang baik. Padahal, bisa saja mereka memiliki cara berpikir yang justru membawa solusi baru.

Seperti kulit jeruk yang tampak kasar tetapi menyimpan rasa manis di dalamnya, demikian pula kehidupan mengajarkan bahwa ketidakteraturan bukanlah kekurangan mutlak. Ia bisa menjadi keunikan, bahkan kekuatan.

Karena itu, mungkin sudah saatnya kita mengubah cara pandang: tidak semua yang beraturan itu selalu terbaik, dan tidak semua yang tidak beraturan itu layak disisihkan. Sebab, dalam banyak hal, justru yang “tak beraturan” itulah yang diam-diam memberi manfaat besar bagi kehidupan.*

Baca Juga :  Penerimaan Negara Terjun Bebas, Isunya Sri Mulyani Mundur Dari Menkeu? 
  • Bagikan