Di sekolah, Guru BK memiliki peran yang tidak kalah penting. Guru BK bukan polisi sekolah yang tugasnya hanya mencatat murid terlambat atau memberikan teguran kepada mereka yang membolos. Guru BK seharusnya menjadi tempat murid merasa aman untuk bercerita, didengar, dan dibantu menemukan jalan keluar.
Murid yang terlambat belum tentu malas. Murid yang membolos belum tentu tidak memiliki masa depan. Bisa jadi ia sedang berjuang dengan kebiasaan yang belum mampu dikendalikan, kurang mendapat pendampingan di rumah, terlalu larut menggunakan gawai, atau sedang menghadapi persoalan pribadi yang tidak diketahui orang lain.
Karena itu, sebelum memberikan hukuman, ada pertanyaan yang lebih penting untuk diajukan: Mengapa kamu terlambat? Apa yang membuatmu sulit bangun pagi? Apa yang sedang kamu hadapi?
Pertanyaan sederhana tersebut dapat membuka pintu menuju persoalan yang lebih dalam. Di sinilah ketulusan Guru BK dibutuhkan. Konseling bukan sekadar memberi nasihat, tetapi membantu murid mengenali dirinya, memahami konsekuensi dari pilihannya, kemudian menemukan alasan untuk berubah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
