Dari Kelas Sunyi Menjadi Ruang Diskusi: Transformasi Partisipasi Belajar Siswa melalui Wayground
Oleh: Yodi Mesak Uky, S.Pd., Gr.
(Guru SMA Negeri Matpunu – TTS)
Menjadi seorang pendidik di SMA Negeri Matpunu, Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena, Kabupaten Timor Tengah Selatan, adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab moral yang besar. Setiap kali berdiri di depan kelas, saya menyadari bahwa profesi guru tidak hanya menuntut kemampuan mengajar, tetapi juga kemampuan menghadirkan pembelajaran yang mampu menghidupkan semangat belajar peserta didik. Namun, dalam perjalanan mengajar, saya pernah menghadapi sebuah tantangan yang cukup mengusik nurani profesi saya, yakni rendahnya partisipasi dan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Ruang kelas sering kali terasa sunyi. Keheningan itu bukan karena peserta didik sedang fokus menyerap materi Sosiologi, melainkan karena adanya sikap pasif yang perlahan mengakar. Sebagian besar peserta didik enggan bertanya, tidak berani menyampaikan pendapat, dan cenderung menjadi pendengar selama proses pembelajaran berlangsung. Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya minat belajar mereka. Hal yang paling memprihatinkan adalah munculnya anggapan bahwa aktif atau tidak aktif dalam pembelajaran tidak memberikan perbedaan apa pun. Ketika peserta didik mulai merasa bahwa kontribusi mereka tidak berarti, maka pembelajaran kehilangan ruhnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









