Namun, mengajar bukan hanya soal strategi. Ia juga soal mendengarkan. Saya belajar mendengarkan keraguan siswa yang merasa Bahasa Inggris terlalu sulit, mendengarkan tawa yang menutupi rasa tidak percaya diri, dan mendengarkan harapan yang sering tidak diucapkan.
Pendekatan yang menghargai latar belakang budaya siswa sebagaimana diingatkan oleh Geneva Gay, membantu saya memahami bahwa setiap siswa membawa cerita. Karena itu, saya sering berbagi kisah sederhana tentang bagaimana ketertarikan saya pada Bahasa Inggris dimulai dari rasa penasaran kecil. Saya ingin mereka tahu bahwa belajar tidak harus dimulai dari kemampuan, tetapi dari keberanian untuk mencoba.
Ada hari-hari ketika pelajaran terasa berjalan lambat. Ada siswa yang masih ragu mengucapkan kata sederhana. Pada saat seperti itu, saya belajar tentang kesabaran bahwa pendidikan di tempat seperti ini tidak bisa diukur dengan kecepatan, melainkan dengan ketekunan.
Sering kali saya bertanya pada diri sendiri: apa arti mengajar Bahasa Inggris di tempat yang begitu jauh dari hiruk pikuk dunia? Jawabannya mungkin sederhana; memberi kesempatan. Kesempatan bagi siswa untuk melihat bahwa dunia lebih luas dari yang mereka bayangkan, dan bahwa bahasa dapat menjadi pintu untuk memahaminya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
