Ketika Ibu Tak Ada, Siapa yang Mengajarkan Anak Bahwa Dunia Masih Aman?

Kontributor : Sami Liunokas Editor: Redaksi
Screenshot 2026 10 07 09 46 33 04

Ketika sosok itu tidak hadir, anak bisa mengalami kebingungan yang tidak selalu mampu ia ungkapkan melalui kata-kata. Sebagian menjadi pendiam, mudah marah, sulit berkonsentrasi, mencari perhatian, atau justru terlihat biasa saja. Yang terakhir inilah yang sering luput dari perhatian orang dewasa. Anak yang terlihat baik-baik saja belum tentu benar-benar baik-baik saja.

Di sinilah sekolah memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat anak belajar membaca, menulis, berhitung, dan mengejar nilai. Sekolah juga harus menjadi tempat yang membuat anak merasa aman. Guru mungkin tidak bisa menggantikan seorang ibu, dan memang tidak perlu menggantikannya. Tetapi guru dapat menjadi salah satu orang dewasa yang membantu anak percaya bahwa dunia masih memiliki orang-orang yang peduli kepadanya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Seorang guru yang menyapa dengan tulus, mendengarkan cerita, tidak terburu-buru memarahi ketika anak melakukan kesalahan, atau sekadar bertanya, “Kamu baik-baik saja hari ini?” mungkin sedang melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan. Bagi anak yang sedang kehilangan, perhatian kecil bisa memiliki arti yang besar.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Kepemimpinan Tentara: Disiplin, Pengorbanan, dan Rekam Jejak Teruji untuk NTT
  • Bagikan