Pertanyaan tersebut menjadi titik awal saya melakukan refleksi.
Saya mulai memahami bahwa kelas yang tenang belum tentu menunjukkan pembelajaran yang efektif. Murid yang diam belum tentu sedang memahami. Sebaliknya, kelas yang dipenuhi pertanyaan, diskusi, dan aktivitas justru dapat menunjukkan bahwa murid sedang membangun pemahamannya.
Ketika Guru Menjadi Pusat Pembelajaran
Dalam pembelajaran yang terlalu berpusat pada guru, guru cenderung menjadi sumber informasi utama. Guru menjelaskan, murid mendengarkan. Guru bertanya, murid menjawab. Guru memberikan tugas, murid mengerjakan.
Pola seperti ini memang masih memiliki tempat dalam pembelajaran. Penjelasan guru tetap dibutuhkan untuk memberikan arah dan membangun pemahaman awal. Namun, jika pembelajaran terlalu didominasi guru, kesempatan murid untuk mengalami proses belajar secara langsung menjadi terbatas.
Padahal, pembelajaran yang bermakna membutuhkan keterlibatan aktif.
Murid perlu diberi kesempatan untuk bertanya, mengemukakan pendapat, berdiskusi, mencoba, melakukan kesalahan, memperbaiki jawaban, dan menjelaskan kembali apa yang telah dipahaminya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
