Dalam perspektif konstruktivisme, pengetahuan tidak sekadar dipindahkan dari kepala guru ke kepala murid. Murid membangun pemahamannya melalui pengalaman, interaksi, dan proses menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman yang telah dimiliki. Artinya, murid bukan sekadar penerima informasi. Mereka adalah pelaku dalam proses belajar. Pemahaman inilah yang kemudian mendorong saya untuk mengubah cara mengajar.
Mengubah Pertanyaan, Mengubah Cara Mengajar
Saya mulai mengurangi dominasi saya dalam pembelajaran dan memberikan lebih banyak ruang kepada murid.
Diskusi kelompok menjadi salah satu strategi yang saya gunakan. Murid dibagi dalam kelompok secara heterogen agar mereka dapat saling membantu. Murid yang lebih memahami materi dapat mendampingi temannya yang masih mengalami kesulitan.
Saya juga menggunakan permainan sederhana yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Permainan tidak saya gunakan sekadar untuk membuat kelas ramai, tetapi sebagai media agar murid dapat belajar melalui pengalaman yang lebih menyenangkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
