Saya mulai menggantinya dengan pertanyaan kepada diri sendiri: “Apa yang bisa saya ubah agar ia mau terlibat?” Perubahan pertanyaan tersebut ternyata membawa perubahan besar dalam cara saya melihat murid.
Dari Mengajar Menjadi Memfasilitasi Belajar
Guru memang tetap memiliki peran penting dalam menjelaskan, mengarahkan, memberikan umpan balik, dan memastikan tujuan pembelajaran tercapai. Namun, guru tidak harus menjadi satu-satunya orang yang paling banyak berbicara di kelas.
Ada saatnya guru menjelaskan.
Ada saatnya guru bertanya.
Ada saatnya guru mendengarkan.
Dan ada saatnya guru mundur selangkah agar murid mendapatkan kesempatan untuk maju.
Inilah perubahan yang perlahan saya lakukan di kelas III SD Inpres Tepas.
Saya belajar bahwa keberhasilan pembelajaran bukan hanya tentang berapa banyak materi yang dapat saya sampaikan dalam satu pertemuan, tetapi juga tentang berapa banyak murid yang berhasil saya libatkan dalam proses belajar.
Pelajaran yang Saya Bawa dari Kelas
Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa perubahan dalam pembelajaran tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang-kadang, perubahan dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








