Ketika Kelas Terlalu Diam: Mengubah Pembelajaran Pasif Menjadi Aktif dan Menyenangkan

Kontributor : Mey Moy Editor: Redaksi
IMG 20260812 WA0002

Saya mulai menggantinya dengan pertanyaan kepada diri sendiri: “Apa yang bisa saya ubah agar ia mau terlibat?” Perubahan pertanyaan tersebut ternyata membawa perubahan besar dalam cara saya melihat murid.

Dari Mengajar Menjadi Memfasilitasi Belajar

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Guru memang tetap memiliki peran penting dalam menjelaskan, mengarahkan, memberikan umpan balik, dan memastikan tujuan pembelajaran tercapai. Namun, guru tidak harus menjadi satu-satunya orang yang paling banyak berbicara di kelas.

Ada saatnya guru menjelaskan.

Ada saatnya guru bertanya.

Ada saatnya guru mendengarkan.

Dan ada saatnya guru mundur selangkah agar murid mendapatkan kesempatan untuk maju.

Inilah perubahan yang perlahan saya lakukan di kelas III SD Inpres Tepas.

Saya belajar bahwa keberhasilan pembelajaran bukan hanya tentang berapa banyak materi yang dapat saya sampaikan dalam satu pertemuan, tetapi juga tentang berapa banyak murid yang berhasil saya libatkan dalam proses belajar.

Pelajaran yang Saya Bawa dari Kelas

Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa perubahan dalam pembelajaran tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang-kadang, perubahan dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  BPMP NTT Gelar Media Gathering dalam Rangka Kampanye Program Prioritas
  • Bagikan