Ketika Menulis Terasa Menjadi Beban: Mengubah Cara Mengajar, Mengubah Pengalaman Belajar
Oleh: Antonia, S.Pd., Gr. (Guru SD Inpres Tepas, Kab. TTS)
SNC – Menulis seharusnya menjadi salah satu cara bagi murid untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan pahami. Namun, bagaimana jika kegiatan menulis justru terasa seperti beban?
Pertanyaan itulah yang muncul dalam pengalaman saya mengajar di SD Inpres Tepas, Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Selama dua tahun mengabdi di sekolah ini sebagai guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti, saya belajar bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan materi. Lebih dari itu, guru perlu memahami bagaimana murid belajar, apa yang mereka rasakan, serta apa yang menyebabkan mereka mengalami kesulitan.
Salah satu pengalaman yang paling mendorong saya untuk berefleksi terjadi ketika saya menemukan sebagian besar murid kelas V enggan menulis. Pada awalnya, saya berpikir sederhana: mereka malas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
