Musrenbang Bukan Sekadar Rapat, Tapi Ritus Demokrasi
Di ruang pertemuan yang dipenuhi para camat, kepala desa, OPD, hingga perwakilan LSM, suasana penuh antusiasme. Bukan hanya mendengar, mereka diberi ruang menyampaikan usulan, harapan, bahkan kritik.
Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, pun angkat bicara:
“Sinergi adalah kata kunci. Musrenbang ini bukan milik pemerintah semata. Ini forum rakyat. Mari kita kawal bersama agar aspirasi tak hanya berhenti di notulen, tapi menjelma jadi program nyata.”
Salah satu peserta dari Desa Tolnaku, seorang guru honorer bernama Mariam Lopo (42), tak mampu menyembunyikan harapannya.
“Kalau pendidikan diperhatikan, anak-anak kami bisa punya masa depan lebih baik. Saya percaya dengan asa ini, Kupang bisa berubah,” ucapnya.
Harapan Mariam adalah suara banyak warga Kupang. Musrenbang ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan menuju Kupang Emas. Perjalanan yang menuntut kerja bersama, hati yang tulus, dan keberanian untuk melangkah di tengah tantangan.
Seperti yang disampaikan Bupati Yos Lede:
“Semoga kerja keras kita menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Kabupaten Kupang emas. Kabupaten yang ekonominya maju, masyarakatnya aman dan sejahtera.”
Dan di bawah langit biru Timor, asa itu kini mulai ditanam—agar tumbuh menjadi pohon harapan yang rindang bagi generasi Kupang masa depan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









