Makna di Balik Cool Box: Membaca Arah Kebijakan Perikanan Kabupaten Kupang
Oleh: Josse Bataona (Sekretaris SMSI NTT)
OPINI, SNC – Di ruang-ruang publik kebijakan, bantuan kerap tampil sebagai wujud paling kasatmata dari kehadiran negara. Ia mudah dikenali, mudah difoto, dan mudah dirayakan. Dalam konteks Kabupaten Kupang, penyerahan cool box dan chest freezer kepada 22 kelompok nelayan oleh Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki bukan sekadar peristiwa administratif, melainkan simbol relasi antara negara, kekuasaan, dan masyarakat pesisir.
Pertanyaannya kemudian bukan sekadar apa yang diberikan, tetapi apa makna yang dikandung di balik pemberian tersebut.
Di titik inilah kebijakan perikanan perlu dibaca tidak hanya sebagai program teknokratis, melainkan sebagai teks politik dan moral yang mencerminkan arah pembangunan daerah.
Dalam filsafat politik, kekuasaan tidak hanya bekerja melalui regulasi dan sanksi, tetapi juga melalui simbol dan gestur. Hannah Arendt menyebut bahwa tindakan politik memperoleh maknanya ketika ia hadir di ruang publik dan dipersepsikan bersama. Penyerahan bantuan alat perikanan, dengan demikian, adalah bahasa kekuasaan, sebuah pesan bahwa negara “hadir” di tengah nelayan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
