Saya Tidak Ingin Guru Datang ke Kelas Tanpa Persiapan
Sebagai kepala sekolah, saya selalu menyampaikan kepada guru bahwa persiapan mengajar adalah senjata utama seorang guru.
Guru yang masuk ke kelas seharusnya sudah mengetahui apa yang akan diajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, media apa yang akan digunakan, pertanyaan apa yang akan diberikan kepada murid, serta bagaimana mengetahui apakah murid sudah memahami pembelajaran.
Guru tidak boleh masuk kelas sambil bertanya kepada dirinya sendiri, “Hari ini saya mau mengajar apa?” Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi di baliknya ada persoalan profesionalisme.
Guru bukan sekadar orang yang menyampaikan materi. Guru adalah perancang pengalaman belajar. Karena itu, sebelum masuk kelas, guru perlu memikirkan kebutuhan murid, tujuan pembelajaran, metode, media, aktivitas, hingga cara mengevaluasi hasil belajar. Dari sinilah saya kemudian membangun budaya persiapan di sekolah.
Saya mendorong guru untuk menyiapkan modul atau perencanaan pembelajaran, bahan bacaan, media sederhana, lembar kerja, serta asesmen sesuai kebutuhan murid. Tidak semuanya harus mahal, yang terpenting adalah ada tujuan, ada persiapan, dan ada kesungguhan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
