Mengubah Pertanyaan, Mengubah Cara Mengajar

Kontributor : Marleni Nappoe Editor: Redaksi
IMG 20260810 WA0016

Pengalaman sederhana di kelas V tersebut mengajarkan saya bahwa guru tidak boleh berhenti pada apa yang terlihat. Ketika murid tidak fokus, jangan buru-buru memberi label. Ketika murid gagal, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa ia tidak mampu. Ketika murid tertinggal, jangan langsung membandingkannya dengan teman-temannya.

Berhentilah sejenak. Amati. Tanyakan. Asesmen. Dampingi.

Mungkin masalahnya bukan pada kemauan murid untuk belajar. Mungkin ia hanya membutuhkan guru yang bersedia kembali ke dasar, menemukan bagian yang belum dipahami, lalu membantunya melangkah sedikit demi sedikit.

Pada akhirnya, saya memahami bahwa terkadang mengubah satu pertanyaan dapat mengubah seluruh cara kita mengajar. Dan ketika cara guru mengajar berubah, bisa jadi cara seorang murid memandang dirinya sendiri pun ikut berubah. Dari “Saya tidak bisa” menjadi “Saya bisa.”*

  • Bagikan
Exit mobile version