Ketika seorang murid belum memahami konsep dasar, materi berikutnya tentu akan terasa semakin sulit. Kesulitan tersebut dapat membuat murid merasa bosan, kehilangan minat, bahkan kehilangan kepercayaan diri. Dalam kondisi seperti itu, perhatian murid dapat dengan mudah beralih kepada hal-hal lain di sekitarnya.
Maka, aktivitas memindahkan alat tulis di atas meja yang semula saya lihat sebagai tanda tidak fokus ternyata bisa menjadi gejala dari persoalan yang lebih mendasar: murid belum memiliki bekal pemahaman yang cukup untuk mengikuti pembelajaran.
Dari Menilai Perilaku ke Mencari Penyebab
Pengalaman itu membuat saya menyadari bahwa guru perlu membedakan antara gejala dan penyebab.
Murid tidak fokus adalah gejala yang terlihat. Namun, penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah kesenjangan pemahaman terhadap materi prasyarat. Karena itu, guru perlu berhati-hati ketika menarik kesimpulan berdasarkan perilaku yang terlihat.
Murid yang melamun belum tentu malas. Murid yang lambat mengerjakan tugas belum tentu tidak cerdas. Murid yang memainkan alat tulis belum tentu tidak tertarik belajar. Bisa jadi, ada bagian dari pembelajaran yang belum mampu ia pahami. Dari sinilah saya mengubah pertanyaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
