Bukan hanya: “Mengapa anak ini tidak fokus?” Tetapi: “Apa yang belum dipahami anak ini?”
Perubahan pertanyaan tersebut sederhana, tetapi dapat mengubah arah pendampingan. Dari menghukum menjadi membantu. Dari menyalahkan menjadi memahami. Dari memaksa menjadi mendampingi. Dan dari sekadar mengejar ketuntasan materi menjadi memastikan murid benar-benar memiliki fondasi untuk belajar.
Ketika Murid Menemukan Kalimat “Saya Bisa”
Bagi saya, keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari berapa banyak murid yang mendapatkan nilai tinggi. Ada keberhasilan yang jauh lebih sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Ketika murid yang sebelumnya tidak percaya diri mulai berani mencoba. Ketika murid yang sering tertinggal mulai mampu mengikuti pembelajaran. Ketika murid yang sebelumnya sibuk dengan alat tulis mulai mampu memusatkan perhatian. Dan ketika seorang murid yang semula merasa tidak mampu akhirnya menemukan keyakinan dalam dirinya: “Ternyata saya bisa.”
Bagi saya, kalimat sederhana itu adalah salah satu bentuk keberhasilan pendidikan. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang membuat murid mengetahui sesuatu. Pendidikan juga tentang membantu murid percaya bahwa dirinya mampu belajar, bertumbuh, dan berkembang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
