Guru dan Lentera Kecil Itu
Kehadiran saya di SMTK Manekat Se’i akhirnya bukan hanya tentang mengajarkan matematika.
Tempat ini mengajarkan saya bahwa menjadi guru berarti bersedia terus belajar dari murid, lingkungan, dan keterbatasan yang ada.
Saya ingin terus mencari cara agar matematika lebih dekat dengan kehidupan murid. Saya ingin menjadikan lingkungan sebagai ruang belajar dan keterbatasan sebagai pemantik kreativitas. Sebab saya percaya, sekolah tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk mulai menyalakan perubahan.
Kadang-kadang, perubahan dimulai dari hal yang sangat sederhana: seorang guru yang mau mendengar, sebuah papan tulis, satu soal, satu pertanyaan, dan seorang murid yang akhirnya menemukan keberanian untuk berkata, “Oh, begitu Pak caranya!”
Mungkin cahaya itu masih kecil. Tetapi pendidikan memang sering bekerja seperti itu. Satu lentera menyalakan lentera lainnya.
Dan di beranda negeri ini, saya ingin menjadi salah satu guru yang ikut menyalakan lentera itu agar anak-anak tidak hanya mampu menghitung angka, tetapi juga mampu menghitung kemungkinan masa depan mereka sendiri.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








