Menyalakan Lentera Logika di Beranda Negeri
Oleh: Imanuel Yanto Solle (Guru Matematika SMTK Manekat Se’i)
Bagaimana mungkin seorang murid mencintai matematika jika yang ia temui setiap hari hanyalah angka, rumus, dan soal yang terasa jauh dari kehidupannya?
Pertanyaan itu perlahan mengubah cara saya mengajar matematika di SMTK Manekat Se’i.
Pada awal mengajar, saya pernah berdiri di depan kelas, menulis sebuah rumus di papan tulis, lalu menjelaskannya langkah demi langkah. Saya merasa sudah menyampaikan materi dengan benar. Namun, ketika melihat wajah beberapa murid yang masih kebingungan, saya mulai menyadari bahwa menjelaskan materi dengan benar belum tentu membuat murid memahami.
Dari sana saya belajar bahwa persoalan pembelajaran matematika tidak selalu terletak pada kemampuan murid. Kadang-kadang, persoalannya justru ada pada jarak antara apa yang diajarkan dengan dunia yang mereka kenal.
Bagi sebagian murid saya, matematika masih menjadi pelajaran yang menakutkan. Pecahan, aljabar, geometri, dan berbagai rumus terasa seperti bahasa yang asing. Kondisi lingkungan tempat mereka belajar membuat tantangan itu semakin nyata. Keterbatasan buku, alat peraga, akses informasi, dan fasilitas pembelajaran menuntut guru untuk tidak hanya mengandalkan cara-cara yang tersedia di buku.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








