Di ruang kelas sederhana SMA Negeri Sabun, saya meyakini bahwa PKN tetap dapat menjadi benteng moral. Pendidikan kewarganegaraan harus membentuk generasi yang mampu menjadi warga dunia tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Membangun Warga Negara Kritis dan Beretika
Kesadaran kewarganegaraan di era digital menuntut literasi informasi dan kemampuan berpikir kritis. Siswa perlu dilatih agar tidak mudah terprovokasi isu SARA, tidak menelan mentah-mentah informasi, dan mampu menyampaikan pendapat secara santun dan argumentatif.
Demokrasi membutuhkan nalar yang jernih, bukan sekadar emosi. Karena itu, PKN menjadi ruang strategis untuk melatih keberanian berpikir sekaligus tanggung jawab moral. Tanpa fondasi nilai yang kuat, globalisasi hanya akan melahirkan generasi yang canggih secara teknologi, tetapi rapuh secara karakter.
Globalisasi memang tidak dapat dihentikan, tetapi arah generasi muda masih dapat dibentuk. Dari ruang kelas di pelosok Timor Tengah Selatan, saya melihat bahwa peran guru PKN tetap relevan dan krusial dalam menjaga kesadaran kebangsaan siswa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
