Teman Baru Bernama Abjad: Ketika Huruf Menjadi Jalan Menuju Percaya Diri

Kontributor : Marce Taneo Editor: Redaksi
IMG 20260812 WA0006

Data tersebut menunjukkan bahwa perkembangan setiap anak tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama. Ada yang lebih dahulu menguasai seluruh huruf, ada yang mulai mampu membedakan huruf yang sebelumnya sering tertukar, dan ada pula yang telah melangkah lebih jauh hingga mampu mengeja kata sederhana.

Saya tidak melihat perbedaan capaian tersebut sebagai kegagalan.

Justru sebaliknya, data tersebut membantu saya memahami bahwa setiap anak membutuhkan pendampingan sesuai dengan tahap perkembangannya. Capaian pembelajaran tidak harus seragam untuk menunjukkan adanya kemajuan.

Bagi saya, empat anak yang telah mengenal 26 huruf adalah sebuah kemajuan. Dua anak yang mulai mampu membedakan b, d, p, dan q juga merupakan kemajuan. Dan seorang anak yang sudah mampu mengeja kata sederhana adalah kemajuan yang tidak boleh dianggap kecil.

Data ini juga menjadi pengingat bagi saya bahwa proses belajar membaca tidak berhenti pada kemampuan mengenal huruf. Pengenalan alfabet merupakan salah satu fondasi yang kemudian perlu dilanjutkan dengan kemampuan menghubungkan huruf dan bunyi, menggabungkan bunyi menjadi suku kata dan kata, hingga akhirnya memahami apa yang dibaca. National Reading Panel menempatkan pengetahuan alfabetik dan fonik sebagai bagian penting dari rangkaian pembelajaran membaca yang lebih luas. ([NICHD][1])

  • Bagikan
Exit mobile version