Identifikasi lapangan dapat menjadi langkah awal untuk mengenali daya tarik wilayah, kebutuhan pengembangan, dan peluang usaha yang sesuai dengan kondisi setempat. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai hal-hal yang perlu diperkuat agar pengembangan pariwisata dapat berjalan lebih terarah.
“Saya berharap para mahasiswa dapat mengidentifikasi potensi yang ada, menggali peluang usaha, serta memberikan gagasan yang membantu masyarakat mengembangkan wilayahnya. Bangun komunikasi dengan masyarakat, pahami kebutuhan mereka, dan libatkan masyarakat dalam setiap kegiatan agar manfaatnya dapat dirasakan bersama,” tegas Mateldius.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pengabdian. Mahasiswa diharapkan tidak sekadar membawa program dari kampus, tetapi juga mendengarkan aspirasi warga dan menyesuaikan gagasan dengan kebutuhan serta karakter wilayah.
Hasil Pengabdian Diharapkan Bisa Ditindaklanjuti
KKN Tematik berlangsung selama satu bulan. Dalam rentang waktu tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengumpulkan informasi dan menyusun rekomendasi yang relevan dengan potensi pariwisata di Semau dan Amfoang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
