Ia menilai salah satu persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini adalah rendahnya produktivitas akibat terlalu banyak menghabiskan waktu dengan telepon genggam dan media sosial. Akibatnya, banyak lulusan perguruan tinggi maupun sekolah yang sulit mendapatkan pekerjaan karena kurang memiliki keterampilan dan etos kerja.
Karena itu, ia mendorong para alumni Elpida untuk menjadi pribadi yang produktif, pekerja keras, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
“Harus menjadi pekerja-pekerja ulung atau membuat lapangan kerja. Yang penting jangan menganggur,” katanya lagi.
Pdt. Edwer juga memperingatkan dampak negatif yang dapat muncul apabila anak muda tidak memiliki aktivitas atau tujuan hidup yang jelas. Menurutnya, pengangguran dapat memicu stres, pergaulan bebas, hingga kebiasaan mabuk-mabukan yang merusak masa depan.
“Kalau sudah tidak punya kerja, nanti ada yang ajak minum mabuk dan buat hal-hal yang kacau,” ungkapnya.
Pada akhir sambutannya, ia mengajak seluruh lulusan untuk terus berjuang meraih cita-cita dan ikut membangun daerah. Ia berharap para alumni SMA dan SMK Elpida dapat menjadi generasi yang membawa perubahan positif bagi masyarakat dan masa depan NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









