Ia berharap seluruh materi yang telah diberikan selama dua hari pendampingan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
“Literasi tidak boleh berhenti pada pelatihan. Literasi harus menjadi budaya yang hidup di sekolah, tumbuh di rumah, dan menjadi kebiasaan setiap murid. Ketika sekolah, keluarga, dan masyarakat berjalan bersama, saya yakin mutu pendidikan di SD Negeri Noetoko akan terus meningkat dan melahirkan generasi yang siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








