Kehadiran mereka menjadi bagian dari momentum dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan yang selama ini dinantikan oleh pengelola, guru, orang tua, dan masyarakat setempat.
Bertahan di Gedung Darurat
Sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi, PAUD Alva Bati selama bertahun-tahun menggunakan bangunan darurat sebagai tempat belajar.
Kondisi bangunan tersebut terlihat sederhana. Dindingnya menggunakan bahan seadanya, sementara atap seng menjadi pelindung bagi guru dan murid dari panas maupun hujan. Namun, keterbatasan fasilitas tidak membuat kegiatan belajar berhenti.
PAUD Alva Bati didirikan pada 2019 oleh Tresia Imelda Djawaray. Saat pertama kali berdiri, PAUD tersebut hanya memiliki 13 murid. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Pada 2026, jumlah murid telah mencapai 19 orang dengan dukungan dua tenaga pendidik.
Tresia mengaku bahagia dan bersyukur karena perjuangan yang telah dijalani selama beberapa tahun akhirnya mendapat perhatian pemerintah melalui program revitalisasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
