Winston menerangkan, penguatan literasi berupa pendampingan menulis sangat penting bagi para guru. Mereka bisa melakukan refleksi, pembenahan, dan inovasi dalam proses pembelajaran. Aktivitas menulis tersebut, sambungnya, bisa mendorong guru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya sebagai pendidik dan pengajar.
“Tidak semua guru bisa menulis. Dengan menulis, apapun yang ditulis berdasarkan pengalaman pembelajarannya, seorang guru bisa mempraktikkannya secara kreatif dan inovatif,” ungkap Anggota DPRD NTT ini.
Ia berharap, melalui workshop literasi dan pelatihan menulis tersebut, para guru bisa memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman baru terkait peningkatan literasi. Para guru, tambah Winston, harus mampu mengembangkan diri secara kompeten dan profesional sehingga bisa berdampak bagi dunia pendidikan, khususnya di bawah naungan GMIT.
Untuk itu, Winston mendorong para guru untuk bisa terlibat aktif dalam kegiatan “Workshop Literasi dan Pelatihan Penulisan Esai bagi Guru Sekolah-sekolah GMIT”. Nantinya, output dan outcome dari kegiatan tersebut bisa menjadi model atau percontohan bagi sekolah-sekolah GMIT dan lembaga pendidikan lainnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








