“Kita ingin membangun kesadaran bahwa persoalan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau yayasan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut mengambil bagian demi melahirkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” katanya.
David juga menegaskan bahwa keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan. Ia mengajak seluruh orang tua memperhatikan pemenuhan gizi anak, membangun kebiasaan belajar di rumah, serta memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan mereka.
“Investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak adalah pendidikan. Pengorbanan hari ini akan menjadi keberhasilan mereka di masa depan,” ujarnya.
Selain Dialog Pendidikan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Baca dan Gali Isi Alkitab, pelatihan life skill untuk mendorong kemandirian ekonomi, serta ibadah penyegaran iman.
Mengangkat tema dari Amsal 1:7, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan,” seluruh rangkaian kegiatan menjadi ajakan kepada seluruh komponen masyarakat untuk membangun pendidikan Kristen melalui kolaborasi, inovasi, penguatan karakter, literasi, numerasi, serta peningkatan kualitas guru demi melahirkan generasi yang unggul, beriman, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
