Ia meminta jajaran pengurus baru segera melakukan konsolidasi internal, membangun komunikasi dengan kwartir ranting (Kwarran) hingga gugus depan, serta mempercepat pembenahan administrasi organisasi.
“Masa tugas caretaker hanya enam bulan dan dapat diperpanjang satu kali. Karena itu dibutuhkan kerja cepat, kerja tepat, dan koordinasi yang baik agar Muscab berjalan sukses,” katanya.
Selain fokus pada Muscab, Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapan Kwarcab TTS menghadapi agenda besar kepramukaan tingkat daerah dan nasional, yakni Jambore Daerah (Jamda) X Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 di Kupang dan Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.
“Gerakan Pramuka harus tetap menjadi ruang pembinaan karakter generasi muda dan hadir menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat, mulai dari isu lingkungan hingga stunting,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan agar semangat pengabdian dalam Gerakan Pramuka tidak surut hanya karena persoalan administratif organisasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









