Karena itu, di hadapan ratusan murid yang mengikuti kegiatan tersebut, Apris mengingatkan agar seluruh warga sekolah menghindari segala bentuk kekerasan, baik secara fisik, verbal maupun tindakan lain yang dapat merendahkan dan menyakiti sesama.
Ia juga mengajak para murid untuk membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi setiap anak untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi dirinya tanpa rasa takut.
Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang lembut dan bersahabat sehingga mudah dipahami oleh para murid. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan baik, dihargai, dan memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Pendidikan Kristen Agape, Yunus Missa, S.Pd., dalam sambutannya turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan terobosan yang dilakukan oleh Kepala SD GMIT Soe II bersama seluruh warga sekolah.
Menurut Yunus, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dan patut menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya, khususnya yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen Agape (Yapenkris Agape).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
