Meski terdengar lucu, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa setiap perubahan membutuhkan proses adaptasi. Lambat laun, kebiasaan baru tersebut akhirnya menjadi bagian dari rutinitas para guru dan kepala sekolah.
Tidak Hanya Disiplin, Kepala Sekolah Juga Wajib Menulis Esai
Terobosan Apris Manafe tidak berhenti pada penerapan absensi digital.
Ia kembali menggagas sebuah inovasi yang berbeda dengan mewajibkan seluruh kepala sekolah SD dan SMP menulis esai tentang kondisi sekolah masing-masing.
Melalui esai tersebut, para kepala sekolah diminta memetakan persoalan yang dihadapi sekolah, menganalisis akar penyebabnya, sekaligus menawarkan solusi yang dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Menurut Apris Manafe, seorang kepala sekolah tidak cukup hanya mengurus administrasi sekolah. Ia harus memahami secara utuh kondisi sekolah yang dipimpinnya agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik, guru, dan masyarakat.
Gerakan menulis esai ini diharapkan mampu membangun budaya berpikir kritis, reflektif, dan inovatif di kalangan kepala sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
