Dari Kampus ke Garis Depan Bencana, Undana Jadikan Misi Kemanusiaan sebagai Laboratorium Pengabdian

dari-kampus-ke-garis-depan-bencana-undana-jadikan-misi-kemanusiaan-sebagai-laboratorium-pengabdian
Dari Kampus ke Garis Depan Bencana, Undana Jadikan Misi Kemanusiaan sebagai Laboratorium Pengabdian

Pembina Mapala Undana, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., menjelaskan tim tahap pertama terdiri atas sembilan anggota Mapala, enam mahasiswa dan unsur dosen.

Tim membawa kendaraan yang mengangkut sembako serta berbagai perlengkapan pendukung.

Mapala menjadi salah satu unsur penting karena memiliki pengalaman dalam kegiatan lapangan. Namun, misi tersebut sejak awal ditempatkan sebagai aksi institusional Undana.

Dengan kata lain, tim bukan sekadar representasi organisasi mahasiswa tertentu, tetapi bagian dari respons universitas terhadap bencana yang menimpa masyarakat Flores.

Keterlibatan berbagai unsur juga memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa.

Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah bencana memengaruhi kehidupan masyarakat, sekaligus belajar mengenai koordinasi, distribusi bantuan, komunikasi lapangan dan pemetaan kebutuhan.

Dari Respons Awal Menuju Pemulihan

Undana tidak berhenti pada pengiriman tim pertama.

Asesmen yang dilakukan akan menjadi dasar untuk pelaksanaan program KKN Tematik pada gelombang berikutnya.

  • Bagikan
Exit mobile version