Dari Kampus ke Garis Depan Bencana, Undana Jadikan Misi Kemanusiaan sebagai Laboratorium Pengabdian

dari-kampus-ke-garis-depan-bencana-undana-jadikan-misi-kemanusiaan-sebagai-laboratorium-pengabdian
Dari Kampus ke Garis Depan Bencana, Undana Jadikan Misi Kemanusiaan sebagai Laboratorium Pengabdian

Jika tim pertama berfokus pada respons awal dan pemetaan kondisi, maka tim lanjutan diharapkan dapat memiliki ruang lebih besar untuk mendukung pemulihan masyarakat.

Pola tersebut menunjukkan perubahan cara pandang terhadap kegiatan pengabdian masyarakat.

Pengabdian tidak semestinya berhenti pada kegiatan simbolik atau bantuan sesaat. Dalam situasi bencana, pengabdian perlu memiliki kesinambungan dari fase tanggap darurat menuju pemulihan.

Kebutuhan masyarakat juga akan berubah seiring waktu.

Ketika kebutuhan logistik mulai terpenuhi, persoalan berikutnya dapat bergeser pada pendidikan, kesehatan, ekonomi, tempat tinggal, pemulihan psikologis, hingga penguatan kembali mata pencaharian masyarakat.

Karena itu, data yang dikumpulkan pada fase awal memiliki nilai strategis.

Flores dan Ikatan Sivitas Akademika

Misi ini juga memiliki dimensi emosional bagi Undana.

Flores merupakan salah satu wilayah asal banyak mahasiswa Undana. Karena itu, ketika bencana terjadi, kepedulian sivitas akademika tidak hanya lahir dari tanggung jawab institusional, tetapi juga dari kedekatan dengan masyarakat di daerah asal.

  • Bagikan
Exit mobile version