Tak hanya itu, stan tersebut juga menampilkan hasil karya literasi berupa buku antologi cerpen dan puisi karya guru dan peserta didik SMK Negeri Polen, yang menjadi bukti bahwa sekolah kejuruan tidak hanya fokus pada keterampilan vokasi, tetapi juga serius membangun budaya literasi.
Kepala SMK Negeri Polen, Jusniati Tasoin, kepada media ini menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini memiliki dua kompetensi keahlian utama, yakni Agribisnis Ternak Unggas (ATU) dan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
Menurutnya, dua kompetensi tersebut tidak hanya diajarkan secara teori di ruang kelas, tetapi langsung dipraktikkan melalui unit produksi sekolah yang melibatkan peserta didik secara aktif.
“Kami ingin anak-anak belajar bukan hanya untuk lulus, tetapi juga mampu hidup mandiri. Karena itu mereka dibekali keterampilan nyata di bidang pertanian dan peternakan, termasuk bagaimana mengelola hasil produksi agar memiliki nilai ekonomi,” ujar Jusniati.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun masih dalam skala terbatas, sejumlah peserta didik di SMK Negeri Polen telah mulai menghasilkan uang dari keterampilan yang mereka pelajari di sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









