Ia menilai, rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi masih menjadi tantangan serius di NTT. Faktor ekonomi disebut sebagai salah satu penghambat utama yang membuat banyak lulusan SMA tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Perluasan Akses Melalui Beasiswa
Sebagai upaya menjawab persoalan tersebut, UPG 1945 NTT secara aktif membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait, untuk memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa. Salah satu hasil konkret dari langkah tersebut adalah perolehan sekitar 400 kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada tahun lalu.
Beasiswa KIP Kuliah tersebut mencakup pembiayaan penuh uang kuliah serta bantuan biaya hidup bulanan bagi mahasiswa penerima. Jumlah itu menjadikan UPG 1945 NTT sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dengan penerima KIP Kuliah terbanyak di Nusa Tenggara Timur.
“Bagi kami, ini bukan sekadar angka. Ini adalah kesempatan bagi ratusan anak NTT untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa dibebani biaya,” ujar Uly.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








