Lawan Berita Hoax, BEM IAKN Kupang Klarifikasi Penyegelan Kantor Rektor Bukan Kekeliruan

rektor

Tanggung Jawab Akademik, Bukan Rekonsiliasi

Keputusan membuka segel, menurut Fisaldo, lebih merupakan tanggung jawab mahasiswa terhadap keberlangsungan aktivitas akademik. Dengan kata lain, ruang rektor memang telah terbuka, tetapi konflik antara mahasiswa dan pimpinan kampus belum menemukan titik temu.

Hingga kini, benang kusut persoalan yang melatarbelakangi aksi penyegelan belum sepenuhnya terurai. Retaknya komunikasi antara mahasiswa dan rektorat masih menjadi persoalan mendasar yang belum ditangani secara tuntas.

Sikap Rektorat Masih Misterius

Upaya media untuk mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak rektorat terkait perkembangan terbaru ini belum membuahkan hasil. Sejumlah pertanyaan tentang respons pimpinan kampus terhadap aksi mahasiswa masih menggantung tanpa jawaban.

Situasi tersebut meninggalkan tanda tanya besar: apakah langkah mahasiswa membuka segel akan menjadi awal dialog konstruktif, atau justru hanya jeda sementara dalam konflik yang lebih panjang.

Meski spanduk protes telah diturunkan dan pintu ruang rektor kembali terbuka, luka dari polemik penyegelan masih terasa. Dalam perspektif sosiologi pendidikan, kasus ini menegaskan bahwa dinamika kampus tidak hanya berkisar pada urusan akademik, melainkan juga ruang pertarungan ide, otoritas, dan legitimasi kepemimpinan. (Ein)

  • Bagikan
Exit mobile version