Selain edukasi gizi, mahasiswa KKNT juga melibatkan anak-anak dalam program penguatan literasi dasar melalui pendekatan belajar sambil bermain. Berbagai permainan edukatif diterapkan, mulai dari membaca bersama, pengenalan kosakata sederhana, hingga pembelajaran dasar sains, matematika, dan Bahasa Inggris yang dikaitkan dengan tema pangan lokal, buah, dan sayuran.
Kepala Desa Tunua, Maher S.G.B. Tanu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut karena dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam upaya peningkatan kesehatan anak dan pendidikan dasar.
Menurutnya, edukasi gizi berbasis pangan lokal membantu masyarakat memahami cara memenuhi kebutuhan nutrisi anak tanpa harus bergantung pada bahan pangan mahal maupun sulit dijangkau.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama para orang tua, agar lebih memahami pentingnya makanan sehat untuk tumbuh kembang anak dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar,” ujarnya.
Salah satu kader desa juga mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai variasi menu makanan sehat berbasis sayuran lokal yang dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
