Sekilas, bisnis pemetaan mungkin terdengar sangat spesifik. Namun di era pembangunan berbasis data saat ini, kebutuhan terhadap informasi geospasial justru semakin meningkat. Pemerintah daerah, desa, lembaga penelitian, hingga mahasiswa membutuhkan peta yang akurat untuk berbagai keperluan, mulai dari perencanaan pembangunan, penelitian akademik, hingga pengelolaan sumber daya alam.
Timothy menjelaskan bahwa usaha yang dirintisnya telah melayani pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Halu Oleo.
Keberhasilan menjangkau pasar nasional menunjukkan bahwa kualitas layanan yang dikembangkan mahasiswa Undana mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. Dengan memanfaatkan perangkat lunak ArcGIS Pro, tim ini mampu menghasilkan produk pemetaan yang lebih detail dan akurat sesuai kebutuhan pelanggan.
Lebih jauh lagi, mereka tengah menyiapkan pengembangan teknologi berbasis Web-GIS yang memungkinkan pengguna mengakses informasi peta melalui kode QR. Inovasi tersebut akan meningkatkan kemudahan akses data sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi geospasial dalam berbagai sektor.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









