Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa Undana Tembus P2MW Nasional 2026: Dari Peta Digital hingga Kompiang Kelor untuk Masa Depan NTT

Kontributor : SN Editor: Redaksi
mahasiswa-undana-tembus-p2mw-nasional-2026-dari-peta-digital-hingga-kompiang-kelor-untuk-masa-depan-ntt
Timothy Chealzky Endri Andrew Bere (Tengah) Ketua Tim P2MW dengan produk “Jasa Pembuatan Peta Digital”

Di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks, keberadaan layanan pemetaan digital menjadi sangat strategis. Data spasial yang akurat dapat membantu perencanaan pembangunan desa, pemetaan potensi sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.

Dengan kata lain, usaha yang dibangun mahasiswa ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah berbasis data.

Kompiang Kelor, Inovasi Lokal untuk Generasi Bebas Stunting

Jika tim pertama bergerak di bidang digitalisasi, tim kedua hadir dengan inovasi yang menyentuh isu kesehatan masyarakat secara langsung.

Tim “Sahabat Kelor” dari Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengembangkan produk pangan bernama Kompiang Kelor. Produk ini menggabungkan roti khas NTT dengan kandungan nutrisi tinggi daun kelor yang dikenal kaya vitamin, mineral, dan protein.

Tim yang dipimpin Aditia Cahya Saputra tersebut melihat peluang besar dalam pemanfaatan pangan lokal sebagai solusi pencegahan stunting. Selama ini, NTT masih menjadi salah satu daerah yang terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai intervensi gizi.

Baca Juga :  SMPTK Manekat Se’i Resmi Beroperasi: Wujud Komitmen Pendidikan Keagamaan Kristen di NTT
  • Bagikan