Di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks, keberadaan layanan pemetaan digital menjadi sangat strategis. Data spasial yang akurat dapat membantu perencanaan pembangunan desa, pemetaan potensi sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.
Dengan kata lain, usaha yang dibangun mahasiswa ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah berbasis data.
Kompiang Kelor, Inovasi Lokal untuk Generasi Bebas Stunting
Jika tim pertama bergerak di bidang digitalisasi, tim kedua hadir dengan inovasi yang menyentuh isu kesehatan masyarakat secara langsung.
Tim “Sahabat Kelor” dari Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengembangkan produk pangan bernama Kompiang Kelor. Produk ini menggabungkan roti khas NTT dengan kandungan nutrisi tinggi daun kelor yang dikenal kaya vitamin, mineral, dan protein.
Tim yang dipimpin Aditia Cahya Saputra tersebut melihat peluang besar dalam pemanfaatan pangan lokal sebagai solusi pencegahan stunting. Selama ini, NTT masih menjadi salah satu daerah yang terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai intervensi gizi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









