Karena itu, pendidikan calon guru harus mengalami transformasi yang lebih mendasar agar mampu menghasilkan tenaga pendidik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan yang sangat cepat.
“Guru masa depan harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran, tetapi pada saat yang sama tetap mampu menjadi pembimbing, inspirator, dan pembentuk karakter peserta didik,” jelasnya.
Konsep Society 5.0 yang berkembang di berbagai negara menempatkan manusia sebagai pusat dari pemanfaatan teknologi. Dalam konsep tersebut, teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Dalam konteks pendidikan, hal tersebut berarti guru harus memiliki kompetensi yang lebih luas dibandingkan sebelumnya. Selain menguasai materi pembelajaran dan teknologi digital, guru juga dituntut mampu membangun kemampuan berpikir mendalam (deep thinking skills) dan pembelajaran bermakna (deep learning) pada peserta didik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









