Debat kemudian berlanjut pada sesi antarpasangan calon. Masing-masing pasangan mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan, memberikan jawaban, dan menyampaikan sanggahan.
Tidak hanya dewan juri dan sesama calon, guru serta murid dari setiap kelas juga diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada para kandidat.
Kepala Sekolah: Ini Bagian dari Pembelajaran Kepemimpinan
Kepala SMA Negeri Pantola, Dan Elimelek Fuka, S.Pd., M.Si., Gr. , memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan debat terbuka tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi murid untuk mengenal demokrasi dan kepemimpinan secara langsung.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang nantinya menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Anak-anak belajar menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan, dan mengambil keputusan,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para murid, bukan hanya selama berada di sekolah, tetapi juga ketika mereka terlibat dalam kehidupan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
