TTS, SNC — Membangun budaya literasi di sekolah membutuhkan keberanian untuk memulai. Di SMP Negeri O’obibi, Kecamatan Kotolin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), langkah itu dimulai dari inisiatif kepala sekolah yang membuka ruang kolaborasi bagi guru dan murid untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis melalui karya.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan literasi baca-tulis bersama Tim Forum TBM Kabupaten TTS yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 24–25 Agustus 2026.
Selama dua hari, guru dan murid tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang pentingnya budaya literasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menulis. Para murid didampingi untuk menggali pengalaman pribadi sebagai bahan tulisan, sementara guru juga diberikan kesempatan untuk menuangkan pengalaman dan gagasan mereka dalam bentuk karya.
Bagi SMP Negeri O’obibi, kegiatan tersebut menjadi langkah perdana dalam program penulisan buku. Karya guru dan murid yang lahir dari proses pendampingan selanjutnya akan dihimpun dan dibukukan menjadi karya bersama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
