Ia menilai, langkah SMP Negeri O’obibi membangun kolaborasi tidak hanya dengan mitra di daerah, tetapi juga membuka akses dengan berbagai pihak di tingkat nasional, merupakan hal positif yang patut dicontoh oleh sekolah lain.
Baginya, budaya literasi tidak akan tumbuh jika hanya menjadi slogan. Literasi membutuhkan ruang, kebiasaan, pendampingan, dan kesempatan bagi guru serta murid untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kegiatan menulis menjadi salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan sekolah untuk menghidupkan budaya literasi.
Menulis Mengasah Kompetensi Guru dan Murid
Lefinus mengatakan, menulis memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan sebuah buku.
Bagi guru, kegiatan menulis dapat menjadi ruang untuk melatih kemampuan mengolah gagasan, merefleksikan pengalaman pembelajaran, menyusun pemikiran secara sistematis, serta mendokumentasikan praktik baik yang dilakukan di sekolah.
Sementara bagi murid, menulis dapat melatih kemampuan membaca dan memahami informasi, memperkaya kosakata, menyusun gagasan, berpikir kritis, serta membangun keberanian untuk menyampaikan pengalaman dan pendapat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
