Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Prof. Khairul Muluk: Perguruan Tinggi Harus Adaptif terhadap AI dan Tata Kelola Pemerintahan Digital

prof-khairul-muluk-perguruan-tinggi-harus-adaptif-terhadap-ai-dan-tata-kelola-pemerintahan-digital
Prof. Khairul Muluk: Perguruan Tinggi Harus Adaptif terhadap AI dan Tata Kelola Pemerintahan Digital. Foto : Aisah/Undana

Ia mengingatkan bahwa transformasi digital harus tetap berpijak pada prinsip-prinsip demokrasi yang sehat, seperti transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, dan supremasi hukum.

Menurut Prof. David, keberhasilan digitalisasi pemerintahan tidak hanya diukur dari kecepatan layanan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan publik.

“Teknologi tidak boleh menggantikan demokrasi. Teknologi harus memperkuat demokrasi dengan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Peluncuran Laboratorium Centre of Transformative Democracy and Public Governance menjadi salah satu upaya Undana menjawab tantangan tersebut. Laboratorium ini akan berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan kebijakan yang mengintegrasikan perspektif akademik dengan kebutuhan birokrasi modern.

Pihak kampus menjelaskan bahwa laboratorium tersebut akan mendorong kolaborasi antara dosen, mahasiswa, peneliti, pemerintah daerah, dan organisasi profesi dalam menghasilkan inovasi kebijakan yang berdampak nyata.

Baca Juga :  Workshop STAKRI–ELPIDA: Guru Kristen Ditantang Jadi Solusi Kemiskinan NTT
  • Bagikan